December 1, 2021

Review Canon Powershot G7 X Mark II. Kamera Digital Saku High-End Yang Layak Diandalkan 

Canon Powershot G7 X Mark II adalah kamera digital saku high-end, penerus seri kamera populer Powershot G7 X yang dirilis pada tahun 2014. Lantas, perbaikan baru apa saja yang dibawa Canon G7 X Mark II

Cari tahu jawabannya dengan menyimak penjelasan dibawah ini :

  • Spesifikasi Yang Tentu Akan Sangat Memuaskan, Bahkan Bagi Para Pengguna Yang Paling Pemilih Sekalipun

Sebagai penerus Powershot G7 X yang pertama kali dirilis pada Oktober 2014, Canon Powershot G7 X Mark II adalah kamera digital saku dengan spesifikasi lengkap yang layak dibanggakan karena memiliki sensor CMOS tipe 1.0 inci, lensa diameter besar dengan zoom optic 4,2x, prosesor gambar termutakhir (DIGIC 7) dan segudang fitur yang sudah akrab dengan para pengguna EOS. 

  • Keringkasan Yang Diwarisi Dari Canon Powershot G7 X 

Dilihat dari ukurannya, Powershot G7 X Mark II tidak banyak berbeda dari seri pendahulunya. Dengan dimensi (P x T x L) 105,5 x 60,9 x 42,2 mm dan bobot 319g (termasuk baterai dan kartu memori), bisa dibilang bahwa Powershot G7 X Mark II sudah mewarisi desainnya yang ramping dari seri pendahulunya. 

  • Pengoperasian Yang Sudah Akrab, Dengan Monitor Tipe Miring Yang Sekarang Dapat Dimiringkan Ke Bawah

Para pengguna Canon Powershot G7 X tentu sudah akrab dengan tata letak kontrol kamera. Canon Powershot G7 X Mark II sudah mewarisi karakteristik desain dial bertumpuk yang terdiri atas dial mode yang ditumpuk diatas dial exposure compensation (kompensasi pencahayaan). Meski demikian, dial exposure sudah dibuat lebih besar untuk lebih mudah pengoperasiannya. 

Monitor LCD pada Powershot G7 X bisa dimiringkan hingga 1800 ke atas, sementara pada Canon Powershot G7 X Mark II bisa juga dimiringkan hingga 450 ke bawah. 

  • Sensor Tipe 1.0 Inci Sudah Menjadi Sebuah Standar

Sekilas, tampak bahwa sensor gambar merupakan sensor CMOS tipe 1.0 inci. Sensor tersebut memungkinkan efek bokeh besar lebih mudah didapatkan (selain melakukan pemotretan close-up) dibandingkan dengan pemotretan yang menggunakan kamera smartphone juga pada tingkat yang signifikan. Lebih dari itu, tanpa diragukan lagi bahwa reproduksibilitas nada, karakteristik sensitivitas tinggi, dan lainnya lebih unggul dibandingkan dengan smartphone.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *